<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571</id><updated>2011-09-05T20:33:08.986+07:00</updated><title type='text'>Sosialisme</title><subtitle type='html'>Tantangan, Kebebasan dan Gokil</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-2261230997375687729</id><published>2010-12-09T11:36:00.003+07:00</published><updated>2010-12-09T11:54:50.005+07:00</updated><title type='text'>Administrasi Kepegawaian Negara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQBbaqDPKvI/AAAAAAAAAGw/mMFxuuODEh4/s1600/kepegawaian.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQBbaqDPKvI/AAAAAAAAAGw/mMFxuuODEh4/s1600/kepegawaian.jpeg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Administrasi Kepegawaian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;Administrasi  kepegawaian berkaitan dengan penggunaan sumber daya manusia dalam suatu  organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Sistem Administrasi Kepegawaian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Sistem  administrasi kepegawaian adalah bagian dari administrasi negara yang  kebijaksanaannya ditentukan dari tujuan yang ingin dicapai. Pola  kebijaksanaannya tergantung pada bentuk negara yang dianut suatu negara,  apakah federal ataukah kesatuan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Kebijaksanaan  dasar sistem administrasi kepegawaian di negara kita mengacu pada  Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang  Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Dalam undang-undang  tersebut dinyatakan bahwa dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional  untuk mewujudkan masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern,  demokratis, adil, dan bermoral tinggi, diperlukan pegawai negeri yang  merupakan unsur aparatur negara yang bertugas sebagai abdi masyarakat  yang menyelenggarakan pelayanan secara adil dan merata, menjaga  persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila  dan Undang-Undang Dasar 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Fungsi Teknis Administrasi Kepegawaian&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Administrasi kepegawaian pada  hakikatnya melakukan dua fungsi yaitu fungsi manajerial, dan fungsi  operatif (teknis). Fungsi manajerial berkaitan dengan pekerjaan pikiran  atau menggunakan pikiran (mental) meliputi perencanaan,  pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian pegawai. Sedangkan fungsi  operatif (teknis), berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan  dengan fisik, meliputi pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi,  pemeliharaan, dan pemensiunan pegawai.&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;FUNGSI UMUM ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Perencanaan Pegawai&lt;/b&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="23"&gt;&lt;/a&gt;Perencanaan  pegawai dapat didefinisikan sebagai proses penentuan kebutuhan pegawai  pada masa yang akan datang berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi  dan persediaan tenaga kerja yang ada. Perencanaan pegawai merupakan  bagian penting dari dan sebagai kontributor pada proses perencanaan  strategis karena membantu organisasi dalam menentukan sumber-sumber yang  diperlukan dan membantu menentukan apa yang benar-benar dapat dicapai  dengan sumber-sumber yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Perencanaan  pegawai yang baik akan memperbaiki pemanfaatan pegawai, menyesuaikan  aktivitas pegawai dan kebutuhan di masa depan secara efisien,  meningkatkan efisiensi dalam merekrut pegawai baru serta melengkapi  informasi tentang kepegawaian yang dapat membantu kegiatan kepegawaian  dan unit organisasi lainnya. Melalui perencanaan dapat diketahui  kekurangan dibanding kebutuhan sehingga dapat dilakukan perekrutan  pegawai baru, promosi, dan transfer secara proaktif sehingga tidak  mengganggu kegiatan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Dalam  membuat perencanaan pegawai perlu diperhatikan faktor internal dan  eksternal organisasi. Di samping itu, perlu pula diperhatikan  langkah-langkah yang harus ditempuh sebagaimana dikemukakan Miller  Burack dan Maryann.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pengorganisasian Kepegawaian&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;Pengorganisasian  adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan  mengatur berbagai macam kegiatan yang dipandang perlu, penetapan tugas  dan wewenang seseorang, pendelegasian wewenang dalam rangka untuk  mencapai tujuan. Pengorganisasian mengantarkan semua sumber dasar  (manusia dan nonmanusia) ke dalam suatu pola tertentu sedemikian rupa  sehingga orang-orang yang bekerja di dalamnya dapat bekerja sama secara  berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah  ditetapkan. Salah satu akibat dari pengorganisasian adalah terbentuknya  struktur organisasi dan dalam struktur organisasi akan nampak bagaimana  hubungan antara satu unit dengan unit lain. Dengan kata lain, struktur  organisasi akan mempengaruhi aliran kerja, delegasi wewenang dan  tanggung jawab, sistem kontrol dan pengendalian, serta arus perintah dan  pertanggungjawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pengarahan Pegawai&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Ada  banyak teori dan keyakinan tentang apa yang memotivasi pegawai. Secara  keseluruhan tidak ada kesepakatan tentang motivasi. Oleh karena itu,  sangat sulit bagi organisasi untuk sampai pada kebijakan dan pendekatan  yang akan memuaskan semua pegawai. Selain itu, bagi organisasi dengan  skala apa pun, membuat analisis mendalam tentang apa yang memotivasi  setiap pegawai adalah tidak praktis. Namun, ada aturan-aturan praktis  yang dapat diikuti setidak-tidaknya untuk membantu memotivasi pegawai  dan meningkatkan kepuasan kerja, yaitu sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="210"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="211"&gt;&lt;/a&gt;   Jelaskan kepada para pegawai apa yang dimaksud dengan kinerja  efektif  dan pastikan bahwa mereka mengetahui apa yang diharapkan  dari mereka;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="212"&gt;&lt;/a&gt;   Pastikan bahwa ada hubungan jelas antara kinerja dan penghargaan   (imbalan) dan bahwa setiap hubungan semacam itu dikomunikasikan  kepada  para pegawai;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="213"&gt;&lt;/a&gt;  Pastikan bahwa semua pegawai diperlakukan secara adil dan penilaian  tentang kinerja adalah objektif;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="214"&gt;&lt;/a&gt;   Bilamana mungkin, kembangkan jenis-jenis penghargaan yang berbeda,   tidak semua orang dapat dinaikkan pangkatnya (dipromosikan) atau  perlu  dinaikkan pangkatnya;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="215"&gt;&lt;/a&gt;   Doronglah semangat seluwes mungkin di dalam lingkungan kerja dan   kembangkan gaya manajemen yang mudah diserap dan mampu diubah-ubah   untuk menyesuaikan orang dan lingkungan&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="216"&gt;&lt;/a&gt;  Kembangkan sebuah sistem manajemen kinerja atau setidaknya tetapkan  sasaran yang dapat dicapai tetapi dapat terus berkembang;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="217"&gt;&lt;/a&gt;Perhitungkan   semua faktor lingkungan dan sosial, seperti kenyamanan dan sarana   lingkungan kerja, interaksi sosial diantara pegawai, pokoknya semua   faktor yang dapat menjadi sumber ketidakpuasan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="218"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Pengendalian Pegawai&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Pengawasan  sebagai bagian dari pengendalian merupakan proses pengukuran dan  penilaian tingkat efektivitas kerja pegawai dan tingkat efisiensi  penggunaan sarana kerja dalam memberikan kontribusi pada pencapaian  tujuan organisasi. Setiap kegiatan pengawasan memerlukan tolok ukur atau  kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam bekerja, yang dalam  penilaian kinerja disebut standar pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="220"&gt;&lt;/a&gt;Standar  adalah suatu kriteria atau model baku yang akan diperbandingkan dengan  hasil nyata. Banyak jenis standar yang dapat dipergunakan dalam  pengendalian kegiatan-kegiatan kepegawaian. Dalam mengendalikan  unit/bagian kepegawaian, pimpinan harus mampu menemukan butir-butir  pengendalian strategis yang dapat dipantau berdasarkan penyimpangan.&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;PENGADAAN PEGAWAI&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Perencanaan dan Rekrutmen&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Salah  satu fungsi Kepegawaian adalah pengadaan pegawai. Dalam kegiatan  pengadaan pegawai ini harus dilihat apakah ada formasi yang lowong, di  samping itu perlu pula dilihat kebutuhan sumber daya manusia, banyaknya  kebutuhan dan jenisnya pekerjaan. Setelah pasti ada formasi yang lowong,  maka baru diadakan serangkaian kegiatan untuk menjaring pegawai yang  sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit beserta kualifikasinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Sedangkan  perekrutan merupakan proses penarikan sejumlah calon yang memiliki  potensi untuk ditarik menjadi pegawai yang dilakukan melalui berbagai  macam kegiatan. Perekrutan yang efektif secara konseptual memiliki  beberapa hambatan yang dapat bersumber dari kebijakan organisasi maupun  dari perencanaan sumber daya manusia. Dalam ketentuan perundang-undangan  Kepegawaian Negara terdapat ketentuan yang mengatur formasi yaitu  Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2003 tentang Formasi Pegawai Negeri  Sipil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4641560148533968571&amp;amp;postID=2261230997375687729" name="35"&gt;&lt;/a&gt;Dalam  rangka menentukan jumlah dan kualitas pegawai yang diperlukan oleh  suatu unit organisasi, harus ditetapkan oleh seorang pejabat yang  berwenang dalam jangka waktu tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban  kerja yang harus dilaksanakan, dengan tujuan agar unit organisasi itu  mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat pada waktunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Seleksi, Orientasi, dan Pengangkatan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Kegiatan  seleksi tidak hanya merupakan proses pemilihan pegawai dari sekian  banyak pelamar yang dijaring melalui proses perekrutan, tetapi juga  proses pemilihan calon pegawai terhadap organisasi yang akan dimasuki.  Pegawai yang telah lolos seleksi akan diprioritaskan untuk mengikuti  kegiatan orientasi sebelum yang bersangkutan ditempatkan dan mulai  bekerja. Orientasi sangat penting terutama bagi pegawai baru. Hal ini  dikarenakan apa yang diperoleh pertama kali seseorang memasuki dunia  kerja akan berkesan lama, dan ini akan mempengaruhi pegawai tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%;"&gt;Orientasi  merupakan upaya untuk mensosialisasikan nilai-nilai organisasi,  pekerjaan, dan rekan-rekan pada pegawai baru, yang dilakukan melalui  sebuah program formal maupun informal. Bagi pegawai lama yang akan  menduduki jabatan baru, orientasi juga perlu. Mereka dapat belajar  terlebih dahulu tanggung jawab yang akan dikerjakannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-2261230997375687729?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Administrasi Kepegawaian Negara'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/2261230997375687729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=2261230997375687729&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/2261230997375687729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/2261230997375687729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/12/pengertian-administrasi-kepegawaian.html' title='Administrasi Kepegawaian Negara'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQBbaqDPKvI/AAAAAAAAAGw/mMFxuuODEh4/s72-c/kepegawaian.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-3888074562468272346</id><published>2010-12-09T06:36:00.001+07:00</published><updated>2010-12-09T06:47:03.513+07:00</updated><title type='text'>Sistem Politik Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQAWPzTiyvI/AAAAAAAAAGo/bl6r7A0bU2E/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQAWPzTiyvI/AAAAAAAAAGo/bl6r7A0bU2E/s200/images.jpeg" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensil, di mana Presiden berkedudukan sebagai kepala&lt;br /&gt;negara sekaligus kepala pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Bapak Bangsa (the Founding Fathers) yang meletakkan dasar pembentukan negara Indonesia, setelah tercapainya kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Mereka sepakat menyatukan rakyat yang berasal dari beragam suku bangsa, agama, dan budaya yang tersebar di ribuan pulau besar dan kecil, di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pernah menjalani sistem pemerintahan federal di bawah Republik Indonesia Serikat&lt;br /&gt;(RIS) selama tujuh bulan (27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950), namun kembali ke bentuk&lt;br /&gt;pemerintahan republik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jatuhnya Orde Baru (1996 - 1997), pemerintah merespon desakan daerah-daerah&lt;br /&gt;terhadap sistem pemerintahan yang bersifat sangat sentralistis, dengan menawarkan konsep&lt;br /&gt;Otonomi Daerah untuk mewujudkan desentralisasi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Undang-undang Dasar 1945&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Konstitusi Negara Indonesia adalah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, yang mengatur&lt;br /&gt;kedudukan dan tanggung jawab penyelenggara negara; kewenangan, tugas, dan hubungan&lt;br /&gt;antara lembaga-lembaga negara (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). UUD 1945 juga mengatur&lt;br /&gt;hak dan kewajiban warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga legislatif terdiri atas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang merupakan lembaga&lt;br /&gt;tertinggi negara dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Eksekutif terdiri atas Presiden, yang dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh&lt;br /&gt;seorang wakil presiden dan kabinet. Di tingkat regional, pemerintahan provinsi dipimpin oleh&lt;br /&gt;seorang gubernur, sedangkan di pemerintahan kabupaten/kotamadya dipimpin oleh seorang&lt;br /&gt;bupati/walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Yudikatif menjalankan kekuasaan kehakiman yang dilakukan oleh Mahkamah Agung&lt;br /&gt;(MA) sebagai lembaga kehakiman tertinggi bersama badan-badan kehakiman lain yang berada&lt;br /&gt;di bawahnya. Fungsi MA adalah melakukan pengadilan, pengawasan, pengaturan, memberi&lt;br /&gt;nasehat, dan fungsi adminsitrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini UUD 1945 dalam proses amandemen, yang telah memasuki tahap amandemen&lt;br /&gt;keempat. Amandemen konstitusi ini mengakibatkan perubahan mendasar terhadap tugas dan&lt;br /&gt;hubungan lembaga-lembaga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pokok MPR selaku lembaga tertinggi negara adalah menyusun konstitusi negara;&lt;br /&gt;mengangkat dan memberhentikan presiden/wakil presiden; dan menyusun Garis-garis Besar&lt;br /&gt;Haluan Negara (GBHN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pokok MPR yang disebut di atas dapat berubah bergantung pada proses amandemen&lt;br /&gt;UUD 1945 yang sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah anggota MPR adalah 700 orang, yang terdiri atas 500 anggota DPR dan 200 anggota&lt;br /&gt;Utusan Golongan dan Utusan Daerah, dengan masa jabatan lima tahun.&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaku lembaga legislatif, DPR berfungsi mengawasi jalannya pemerintahan dan bersama-sama&lt;br /&gt;dengan pemerintah menyusun Undang-undang.&lt;br /&gt;Jumlah anggota DPR adalah 500 orang, yang dipilih melalui Pemilihan Umum setiap lima tahun&lt;br /&gt;sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Presiden/Wakil Presiden&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia memegang pemerintahan menurut UUD 1945 dan dalam&lt;br /&gt;melaksanakan kewajibannya, presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Dalam sistem&lt;br /&gt;politik Indonesia, Presiden adalah Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan yang&lt;br /&gt;kedudukannya sejajar dengan lembaga tinggi negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden juga berkedudukan selaku mandataris MPR, yang berkewajiban menjalankan Garisgaris&lt;br /&gt;Besar Haluan Negara yang ditetapkan MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden mengangkat menteri-menteri dan kepala lembaga non departemen (TNI/Polri/Jaksa&lt;br /&gt;Agung) setingkat menteri untuk membantu pelaksanaan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UUD 1945 (versi sebelum amandemen) disebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden&lt;br /&gt;dipilih oleh MPR dengan suara yang terbanyak. Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan&lt;br /&gt;selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Mahkmah Agung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mahkamah Agung (MA) adalah pelaksana fungsi yudikatif, yang kedudukannya sejajar dengan&lt;br /&gt;lembaga tinggi negara lainnya. MA bersifat independen dari intervensi pemerintah dalam&lt;br /&gt;menjalankan tugasnya menegakkan hukum dan keadilan, meski penunjukan para hakim agung&lt;br /&gt;dilakukan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lembaga Tinggi Negara Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lembaga tinggi negara lainnya adalah Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan Dewan&lt;br /&gt;Pertimbangan Agung (DPA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama BPK adalah melakukan pemeriksaan keuangan pemerintah. Temuan-temuan BPK&lt;br /&gt;dilaporkan ke DPR, selaku badan yang menyetujui Anggaran Pendapatan Belanja Negara&lt;br /&gt;(APBN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPA berfungsi untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan Presiden yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan penyelenggaraan negara, termasuk dalam masalah politik, ekonomi, social&lt;br /&gt;budaya, dan militer. DPA juga dapat memberi nasehat atau saran atau rekomendasi terhadap&lt;br /&gt;masalah yang berkaitan dengan kepentingan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPA diusulkan oleh DPR dan diangkat oleh Presiden untuk masa bakti lima tahun.&lt;br /&gt;Jumlah anggota DPA adalah 45 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemerintah Daerah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat daerah, sebuah provinsi dikepalai oleh seorang gubernur sedangkan&lt;br /&gt;kabupaten/kotamadya dikepalai oleh seorang bupati/walikota. Saat ini terdapat 30 provinsi dan&lt;br /&gt;360 kabupaten/kotamadya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak diberlakukannya UU Nomor 22/1999 tentang pelaksanaan Otonomi Daerah pada tanggal&lt;br /&gt;1 Januari 2001, kewenangan pengelolaan daerah dititikberatkan ke Kabupaten, sehingga&lt;br /&gt;hubungan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten lebih bersifat koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan lembaga legislatif, eksekutif, dan legislatif di tingkat daerah sama halnya dengan&lt;br /&gt;hubungan antarlembaga di tingkat nasional. Contohnya, tugas DPR Tingkat I adalah mengawasi&lt;br /&gt;jalannya pemerintahan di tingkat provinsi dan bersama-sama dengan Gubernur menyusun&lt;br /&gt;peraturan daerah. Lembaga yudikatif di tingkat daerah diwakili oleh Pengadilan Tinggi dan&lt;br /&gt;Pengadilan Negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-3888074562468272346?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com' title='Sistem Politik Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/3888074562468272346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=3888074562468272346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3888074562468272346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3888074562468272346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/12/sistem-politik-indonesia.html' title='Sistem Politik Indonesia'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TQAWPzTiyvI/AAAAAAAAAGo/bl6r7A0bU2E/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-8393597354042437992</id><published>2010-12-08T14:07:00.001+07:00</published><updated>2010-12-08T14:10:46.449+07:00</updated><title type='text'>Sistem Hukum Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TP8pL45bKeI/AAAAAAAAAGk/NxZ883zJkxE/s1600/hukum+2.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TP8pL45bKeI/AAAAAAAAAGk/NxZ883zJkxE/s200/hukum+2.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Hukum di Indonesia&lt;/b&gt; merupakan campuran dari sistem hukum  Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut,  baik perdata maupun pidana, berbasis pada &lt;b&gt;hukum Eropa&lt;/b&gt;  kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu  Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (&lt;i&gt;Nederlandsch-Indie&lt;/i&gt;). &lt;b&gt;Hukum Agama&lt;/b&gt;,  karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka  dominasi hukum atau Syari'at Islam lebih banyak terutama di bidang  perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga  berlaku sistem &lt;b&gt;hukum Adat&lt;/b&gt; yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;HUKUM PERDATA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan  yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan  pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya  ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara  sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan,  perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan  tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukum &lt;i&gt;Anglo-Saxon&lt;/i&gt; (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari &lt;i&gt;Burgerlijk Wetboek&lt;/i&gt;  (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan  diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas  konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia  Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri  disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum  keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang  dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak  keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga,  perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian  perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak  berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum  yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang  berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan  penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang  tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat  tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud  lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan  (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus  untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan  tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau  kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya  mempunyai makna yang berbeda), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan  kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang  jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari  (ditetapkan) undang-undang  dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan  tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang  (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan  KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus  dari KUHPer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban  subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan  hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan  pembuktian.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para  ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;HUKUM PIDANA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan  hukum publik (C.S.T Kansil).Hukum privat adalah hukum yg mengatur  hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur  hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum pidana merupakan  bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu  hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil  mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan  pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur  dalam kitab undang-undang hukum pidana  (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana  materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan  dengan UU nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM TATA NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hukum tata negara adalah hukum yang mengatur tentang negara, yaitu  antara lain dasar pendirian, struktur kelembagaan, pembentukan  lembaga-lembaga negara, hubungan hukum (hak dan kewajiban) antar lembaga  negara, wilayah dan warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM TATA USAHA (ADMINISTRASI) NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukum tata usaha (administrasi) negara adalah hukum yang mengatur  kegiatan administrasi negara. Yaitu hukum yang mengatur tata pelaksanaan  pemerintah dalam menjalankan tugasnya . hukum administarasi negara  memiliki kemiripan dengan hukum tata negara.kesamaanya terletak dalam  hal kebijakan pemerintah ,sedangkan dalam hal perbedaan hukum tata  negara lebih mengacu kepada fungsi konstitusi/hukum dasar yang digunakan  oleh suatu negara dalam hal pengaturan kebijakan pemerintah,untuk hukum  administrasi negara dimana negara dalam "keadaan yang bergerak". Hukum  tata usaha negara juga sering disebut HTN dalam arti sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ACARA PERDATA INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hukum acara perdata Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata  cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum  perdata. Dalam hukum acara perdata, dapat dilihat dalam berbagai  peraturan Belanda dulu(misalnya; Het Herziene Inlandsh Reglement/HIR,  RBG, RB,RO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hukum acara pidana Indonesia adalah hukum yang mengatur tentang tata  cara beracara (berperkara di badan peradilan) dalam lingkup hukum  pidana. Hukum acara pidana di Indonesia diatur dalam UU nomor 8 tahun  1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas didalam hukum acara pidana di Indonesia adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Asas perintah tertulis, yaitu segala tindakan hukum hanya dapat  dilakukan berdasarkan perintah tertulis dari pejabat yang berwenang  sesuai dengan UU.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan, jujur, dan tidak  memihak, yaitu serangkaian proses peradilan pidana (dari penyidikan  sampai dengan putusan hakim) dilakukan cepat, ringkas, jujur, dan adil  (pasal 50 KUHAP).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asas memperoleh bantuan hukum, yaitu setiap orang punya kesempatan,  bahkan wajib memperoleh bantuan hukum guna pembelaan atas dirinya (pasal  54 KUHAP).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asas terbuka, yaitu pemeriksaan tindak pidana dilakukan secara terbuka untuk umum (pasal 64 KUHAP).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asas pembuktian, yaitu tersangka/terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian (pasal 66 KUHAP), kecuali diatur lain oleh UU.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ANTAR TATA HUKUM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukum antar tata hukum adalah hukum yang mengatur hubungan antara dua  golongan atau lebih yang tunduk pada ketentuan hukum yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ADAT DI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Hukum adat adalah seperangkat norma dan aturan adat yang berlaku di suatu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ISLAM DI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukum Islam di Indonesia  belum bisa ditegakkan secara menyeluruh, karena belum adanya dukungan  yang penuh dari segenap lapisan masyarakat secara demokratis baik  melalui pemilu atau referendum maupun amandemen terhadap UUD 1945 secara tegas dan konsisten. Aceh  merupakan satu-satunya provinsi yang banyak menerapkan hukum Islam  melalui Pengadilan Agama, sesuai pasal 15 ayat 2 Undang-Undang RI No. 4  Tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman yaitu&amp;nbsp;: &lt;i&gt;Peradilan Syariah Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darrussalam  merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang  kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan  pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan umum sepanjang  kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan umum&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ISTILAH HUMUM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;ADVOKAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejak berlakunya UU nomor 18 tahun 2003  tentang advokat, sebutan bagi seseorang yang berprofesi memberikan  bantuan hukum secara swasta - yang semula terdiri dari berbagai sebutan,  seperti advokat, pengacara, konsultan hukum, penasihat hukum - adalah  advokat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ADVOKAT DAN PENGACARA&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kedua istilah ini sebenarnya bermakna sama, walaupun ada beberapa  pendapat yang menyatakan berbeda. Sebelum berlakunya UU nomor 18 tahun  2003, istilah untuk pembela keadilan plat hitam ini sangat beragam,  mulai dari istilah pengacara, penasihat hukum, konsultan hukum, advokat  dan lainnya. Pengacara sesuai dengan kata-kata secara harfiah dapat  diartikan sebagai orang yang beracara, yang berarti individu, baik yang  tergabung dalam suatu kantor secara bersama-sama atau secara individual  yang menjalankan profesi sebagai penegak hukum plat hitam di pengadilan.  Sementara advokat dapat bergerak dalam pengadilan, maupun bertindak  sebagai konsultan dalam masalah hukum, baik pidana maupun perdata. Sejak  diundangkannya UU nomor 18 tahun 2003, maka istilah-istilah tersebut  distandarisasi menjadi advokat saja.&lt;br /&gt;Dahulu yang membedakan keduanya yaitu &lt;b&gt;Advokat&lt;/b&gt; adalah seseorang  yang memegang izin ber"acara" di Pengadilan berdasarkan Surat Keputusan  Menteri Kehakiman serta mempunyai wilayah untuk "beracara" di seluruh  wilayah Republik Indonesia sedangkan &lt;b&gt;Pengacara Praktek&lt;/b&gt; adalah  seseorang yang memegang izin praktek / beracara berdasarkan Surat  Keputusan Pengadilan Tinggi setempat dimana wilayah beracaranya adalah  "hanya" diwilayah Pengadilan Tinggi yang mengeluarkan izin praktek  tersebut. Setelah UU No. 18 th 2003 berlaku maka yang berwenang untuk  mengangkat seseorang menjadi Advokat adalah Organisasi  Advokat.(Pengacara dan Pengacara Praktek/pokrol dst seteah UU No. 18  tahun 2003 dihapus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KONSULTAN HUKUM&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Konsultan hukum atau dalam bahasa Inggris &lt;i&gt;counselor at law&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;legal consultant&lt;/i&gt;  adalah orang yang berprofesi memberikan pelayanan jasa hukum dalam  bentuk konsultasi, dalam sistem hukum yang berlaku di negara  masing-masing. Untuk di Indonesia, sejak UU nomor 18 tahun 2003 berlaku,  semua istilah mengenai konsultan hukum, pengacara, penasihat hukum dan  lainnya yang berada dalam ruang lingkup pemberian jasa hukum telah  distandarisasi menjadi advokat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAKSA DAN POLISI&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Dua institusi publik yang berperan aktif dalam menegakkan hukum publik di Indonesia adalah kejaksaan dan kepolisian.  Kepolisian atau polisi berperan untuk menerima, menyelidiki, menyidik  suatu tindak pidana yang terjadi dalam ruang lingkup wilayahnya. Apabila  ditemukan unsur-unsur tindak pidana,  baik khusus maupun umum, atau tertentu, maka pelaku (tersangka) akan  diminta keterangan, dan apabila perlu akan ditahan. Dalam masa  penahanan, tersangka akan diminta keterangannya mengenai tindak pidana  yang diduga terjadi. Selain tersangka, maka polisi juga memeriksa saksi-saksi dan alat bukti yang berhubungan erat dengan tindak pidana yang disangkakan. Keterangan tersebut terhimpun dalam berita acara pemeriksaan  (BAP) yang apabila dinyatakan P21 atau lengkap, akan dikirimkan ke  kejaksaan untuk dipersiapkan masa persidangannya di pengadilan.  Kejaksaan akan menjalankan fungsi pengecekan BAP dan analisa bukti-bukti  serta saksi untuk diajukan ke pengadilan. Apabila kejaksaan berpendapat  bahwa bukti atau saksi kurang mendukung, maka kejaksaan akan  mengembalikan berkas tersebut ke kepolisian, untuk dilengkapi. Setelah  lengkap, maka kejaksaan akan melakukan proses penuntutan perkara. Pada  tahap ini, pelaku (tersangka) telah berubah statusnya menjadi terdakwa,  yang akan disidang dalam pengadilan. Apabila telah dijatuhkan putusan,  maka status terdakwa berubah menjadi terpidana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-8393597354042437992?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com' title='Sistem Hukum Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/8393597354042437992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=8393597354042437992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8393597354042437992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8393597354042437992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/12/sistem-hukum-indonesia.html' title='Sistem Hukum Indonesia'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TP8pL45bKeI/AAAAAAAAAGk/NxZ883zJkxE/s72-c/hukum+2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-3647852118089171416</id><published>2010-12-05T07:02:00.000+07:00</published><updated>2010-12-05T07:02:01.167+07:00</updated><title type='text'>Sikap</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPrMUEOwN5I/AAAAAAAAAGY/XKl1C7VG3T0/s1600/attitude.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPrMUEOwN5I/AAAAAAAAAGY/XKl1C7VG3T0/s200/attitude.jpeg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Sikap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;(&lt;i&gt;attitude)&amp;nbsp; &lt;/i&gt;adalah keteraturan perasaan dan pikiran seseorang dan kecenderungan bertindak terhadap aspek lingkungan (&lt;span style="color: red;"&gt;Milton&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1981&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sikap seseorang tercermin dari kecenderungan perilakunya dalam menghadapi suatu situasi lingkungan yang berhubungan dengannya, seperti orang lain, atasan bawahan maupun lingkungan kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dari pengertian tersebut terlihat adanya tiga komponen dari sikap, yaitu afektif, kognitif dan perilaku. Pertama komponen afektif adalah komponen emosional atau perasaan seseorang. Komponen afektif dipelajari dari orang tua, teman, guru atau lingkungan di mana orang tersebut tumbuh, berkembang dan berinteraksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kedua, komponen kognitif merupakan komponen persepsi, keyakinan dan pendapat seseorang. Komponen ini berkaitan dengan proses berpikir yang menekankan pada rasionalitas dan logika. Adanya keyakinan evaluatif yang dimiliki seseorang diwujudkan dalam bentuk kesan baik dan tidak baik terhadap lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketiga, Komponen perilaku merupakan kecenderungan seseorang dalam bertindak dengan cara-cara tertentu terhadap lingkungannya. Kecenderungan seseorang bertindak terhadap lingkungannya (teman kerja, atasan, bawahan dan faktor lingkungan kerja yang lain) dengan cara yang ramah, sopan, bermusuhan, menentang, melaksanakan dengan baik dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebagai tambahan wawasan yang lebih mendalam tentang sikap, kiranya juga perlu dijelaskan tentang karakteristik dari sikap yang memungkinkan dapat bervariasi. Sikap bervariasi atau berbeda dalam intensitas atau kekuatan dari komponen perasaan (kognitif). Komponen kognitif atau keyakinan memiliki dua karakteristik yaitu pertama, komponen ini dapat bersikap khusus jika misalnya seseorang menganggap atau berpikir bahwa atasanya otoriter dan komponen keyakinan bersifat umum jika ia menganggap bahwa semua pimpinan bersifat otoriter. Kedua, komponen keyakinan dapat bervariasi di dalam kompleksitas. Kompleksitas berkaitan dengan adanya sejumlah keyakinan atau komponen kognitif dalam suatu sikap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Akhirnya, suatu sikap memiliki karakteristik yang bersifat sentralitas. Sentralitas berkaitan dengan peran sikap sebagai suatu sistem nilai yang berhubungan erat dengan konsep diri. Sentralitas dari sikap berpengaruh terhadap kesiapan seseorang dalam memberikan respon terhadap sesutau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-3647852118089171416?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Sikap'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/3647852118089171416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=3647852118089171416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3647852118089171416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3647852118089171416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/12/sikap.html' title='Sikap'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPrMUEOwN5I/AAAAAAAAAGY/XKl1C7VG3T0/s72-c/attitude.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-5578174433772929050</id><published>2010-12-03T14:35:00.004+07:00</published><updated>2010-12-03T14:55:20.473+07:00</updated><title type='text'>Kepribadian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPhYCLmmsXI/AAAAAAAAAGU/xwsybRlr1Ys/s1600/index.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPhYCLmmsXI/AAAAAAAAAGU/xwsybRlr1Ys/s1600/index.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kepribadian&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;adalah cara dengan mana seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain (&lt;span style="color: red;"&gt;Robbins&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1993&lt;span style="color: blue;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada sejumlah teori tentang kepribadian dan tidak ada suatu teori yang dianggap paling baik atau paling benar. Untuk kondisi tertentu suatu teori mungkin lebih baik dalam menjelaskan perilaku atau meramalkan respon seseorang.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;1. TEORI PSIKOANALITIS (&lt;i&gt;PSYCHOANALYTIC THEORY)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Sigmund Preud&lt;/span&gt;, bahwa keperibadian memiliki tiga komponen atau sistem yang berbeda yaitu &lt;i&gt;id, ego &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;superego. &lt;/i&gt;Komponen kepribadian yang paling dasar dan yang paling dahulu berkembang semasa kanak-kanak adalah &lt;i&gt;id. Id &lt;/i&gt;merupakan bagian dari kepribadian yang mengandung kata hati untuk menghasilkan kepuasan dan mengejar kesenangan. Dengan demikian &lt;i&gt;id &lt;/i&gt;dapat diibaratkan sebagai kawah yang mendidih yang penuh dengan keinginan-keinginan yang segera ingin dipuaskan tanpa mempertimbangkan apakah keinginan tersebut apabila dilaksanakan melanggar norma atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Superego &lt;/i&gt;merupakan bagian dari sistem keperibadian yang diserap selama manusia itu tumbuh dan merupakan gudang nilai-nilai dalam diri seseorang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ego &lt;/i&gt;merupakan bagian dari sistem kepribadian yang bertindak sebagai penegah dalam hal terjadinya pertentangan antara &lt;i&gt;id &lt;/i&gt;dengan &lt;i&gt;superego. Ego &lt;/i&gt;berupaya untuk memuaskan &lt;i&gt;id &lt;/i&gt;tetapi tidak melanggar norma-norma masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;Dari ketiga komponen keribadian &lt;i&gt;id, ego &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;superego &lt;/i&gt;tersebut, komponen mana yang mendominisi seseorang. Apabila komponen &lt;i&gt;id &lt;/i&gt;yang mendominisi kepribadian seseorang atau dengan perkataan lain komponen &lt;i&gt;ego &lt;/i&gt;tidak dapat berfungsi dengan baik, ada kecenderungan bahwa keperibadian seseorang akan negatif dan perilakunya hanya mengikuti kata hati tanpa mempertimbangkan perbuatannya melanggar norma masyarakat atau tidak. Sebaliknya apabila keperibadian seseorang didominasi oleh komponen &lt;i&gt;superego &lt;/i&gt;, ada kecenderungan bahwa perilaku seseorang akan positif atau baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;2. TEORI PEMENUHAN &lt;i&gt;(FULFILLMENT THEORY)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori pemenuhan didasarkan pada suatu premis bahwa manusia hanya memiliki satu dasar kekuatan yang secara terus-menerus mendorongnya kearah pemenuhan akan aktualisasi diri. Teori ini dikemukakan oleh &lt;span style="color: red;"&gt;Cart Rogert&lt;/span&gt; (tahun &lt;span style="color: red;"&gt;1902-1987&lt;/span&gt;) dan &lt;span style="color: red;"&gt;Abraham Maslow &lt;/span&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;1908-1970&lt;/span&gt;). Sebagai ahli psikologi, keduanya sangat peduli dengan perkembangan dan potensi dari manusia. Keduanya percaya bahwa di dalam konsep aktulisasi diri, manusia secara konsisten berusaha kearah pemenuhan akan perkembangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rogers&lt;/span&gt; khususnya menekankan potensi yang tidak terbatas untuk perbaikan secara terus menerus dalam kehidupan. Maslow dan Rogers percaya bahwa masing-masing orang memiliki suatu garis keturunan &lt;i&gt;(genetic blueprint) &lt;/i&gt;yang mengidentifikasikan karakteristik unik dan potensi yang dapat dicapai seseorang. Menurut teori pemenuhan sifat yang sebenarnya dari kepribadian manusia adalah berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan sejalan dengan tuntutan dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. TEORI KONSISTEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kalau teori pemenuhan menganggap bahwa seseorang memiliki suatu kecenderungan&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;bawaan lahir kearah aktualisasi diri, sedangkan teori ini menganggap tidak adanya sifat bawaan lahir dari manusia.Teori konsisiten menganggap bahwa kepribadian manusia dipelajari melalui pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan disekitarnya. Teori ini disebut dengan teori konsisiten karena orang selalu mencoba mempersepsikan dunia atau lingkungan di sekitar dan mengembangkan sikap, perilaku yang sesuai dengan tuntutan dari lingkungannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Salah satu konsisiten yang paling populer disebut dengan teori disonansi kognitif. Kognitif berkaitan dengan, pikiran, pengharapan, sikap, pendapat dan persepsi. Menurut teori disonansi kognitif, bahwa kita memiliki suatu keinginan untuk mempertahankan konsisten sikap kita, pengalaman dan perilaku kita. Apabila terjadi ketidaksesuaian, kita terdorong untuk mengurangi ketidaksesuaian apakah dengan mengubah sikap kita atau beberapa bentuk struktur mental seperti mendefinisikan kembali situasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sejumlah sifat keperibadian telah diidenfikasikan untuk menentukan perilaku seseorang. Berikut ini akan dijelaskan beberapa dimensi utama keperibadian yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku di dalam organisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Daerah Pengendalian &lt;i&gt;(Locus of control)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Daerah pengendalian &lt;i&gt;(Locus of control) &lt;/i&gt;berkaitan dengan sejauh mana seseorang merasa yakin bahwa tindakannya akan mempengaruhi imbalan yang akan diterimanya. Daerah pengendalian kepribadian dibedakan menjadi dua yaitu kepribadian yang bersifat pengendalian internal dan eksternal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kepribadian yang bersifat pengendalian internal adalah kepribadian dimana seseorang percaya bahwa ia mengendalikan apa yang terjadi padanya. Sedangkan sifat kepribadian pengendalian eksternal adalah keyakinan seseorang bahwa apa yang terjadi padanya dikendalikan oleh kekuatan dari luar seperti keberuntungan&amp;nbsp; dan nasib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Daerah pengendalian &lt;i&gt;(locus of control) &lt;/i&gt;sebagian besar ditentukan oleh pengalaman masa lalu. Kepribadian yang bersifat pengendalian internal merupakan hasil dari lingkungan dimana sebagian besar dari perilakunya memberikan hasil yang ia harapkan. Sedangkan sebaliknya sifat keperibadian pengendalian eksternal merupakan hasil dari pengalaman yang sia-sia dalam mendapatkan suatu hasil/imbalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Paham Otoritarian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Paham otoritarian berkaitan dengan suatu keyakinan bahwa ada perbedaan status dan kekuasaan di antara orang-orang dalam organisasi. Sifat kepribadian otoritarian yang sangat tinggi memiliki intelektual yang kaku, menbedakan posisi atau kedudukan orang dalam organisasi dan mengekploitasi mereka yang berada pada posisi rendah, curiga dan seringkali menolak adanya perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada kecenderungan bahwa orang yang memiliki sifat kepribadian otoritarian tinggi akan berprestasi rendah/negatif pada pekerjaan yang banyak membutuhkan perasaan dalam hubungannya dengan karyawan yang lain, serta dalam situasi yang berlalu berubah dan komplek. Sebaliknya sifat kepribadian otoritarian tinggi lebih cocok untuk tugas-tugas yang sangat terstruktur dan sangat ketat dengan peraturan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Orentasi Prestasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Orentasi prestasi juga merupakan karakteristik kepribadian yang dapat dipergunakan untuk meramalkan perilaku. Dari hasil studi yang dilakukan oleh Mc Clelland tentang kebutuhan akan prestasi, orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi tinggi dapat digambarkan sebagai orang yang selalu bekerja keras dalam melakukan sesuatu untuk prestasi yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menurut Mc Clelland ada tiga karakteristik sifat kepribadian seseorang yang memiliki kebutuhan akan prestasi yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pertama, mereka secara pribadi ingin bertanggung jawab atas keberhasilan penyelesaian suatu tugas. Kedua, mereka lebih senang dengan suatu tingkat resiko yang moderat, ketiga&amp;nbsp; di mana untuk menghasilkan keberhasilan tantangan adalah realistik (tantangan tidak terlalu sulit atau terlalu ringan). Ia segera ingin mendapatkan umpan balik atas prestasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Intoversi &lt;i&gt;(introversion) &lt;/i&gt;dan ekstroversi &lt;i&gt;(extroversion)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Orang memiliki sifat yang berbeda dalam pergaulannya dengan orang lain. Ada orang yang suka bergaul dan ada yang kurang suka bergaul. Introversi adalah sifat kepribadian seseorang yang cenderung menghabiskan waktunya dengan dunianya sendiri dan menghasilkan kepuasan atas pikiran dan perasaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ekstroversi merupakan sifat kepribadian yang cenderung mengarahkan perhatiannya pada orang lain dan kejadian di lingkungan dan menghasilkan kepuasan dari stimulus lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-5578174433772929050?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Kepribadian'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/5578174433772929050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=5578174433772929050&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/5578174433772929050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/5578174433772929050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/12/kepribadian.html' title='Kepribadian'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPhYCLmmsXI/AAAAAAAAAGU/xwsybRlr1Ys/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-2223211690921277708</id><published>2010-11-29T10:08:00.002+07:00</published><updated>2010-11-29T15:07:35.169+07:00</updated><title type='text'>Konflik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span id="goog_2080170455"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_2080170456"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPNfJHM8KhI/AAAAAAAAAGM/vylrLUerpqU/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPNfJHM8KhI/AAAAAAAAAGM/vylrLUerpqU/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Konflik&lt;/b&gt; berasal dari kata kerja Latin &lt;i&gt;configere&lt;/i&gt;  yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan  sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga  kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain  dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.  perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik,  kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.  Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial,  konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat  dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar  anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan  hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Konflik bertentangan dengan integrasi.  Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat.  Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya,  integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Taquiri&lt;/span&gt; dalam Newstorm dan Davis (&lt;span style="color: red;"&gt;1977&lt;/span&gt;), konflik merupakan  warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan  akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan  pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Gibson&lt;/span&gt;, et al (&lt;span style="color: red;"&gt;1997&lt;/span&gt;: 437), hubungan selain dapat menciptakan  kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik.  Hal ini terjadi jika masing–masing komponen organisasi memiliki  kepentingan atau tujuan sendiri–sendiri dan tidak bekerja sama satu  sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Robbin&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1996&lt;/span&gt;), keberadaan konflik dalam organisasi dalam  organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka  tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum  konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka  mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik  tersebut telah menjadi kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4.Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif  yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau  pada tingkatan organisasi (&lt;span style="color: red;"&gt;Muchlas&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1999&lt;/span&gt;). Konflik ini terutama pada  tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;5. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Minnery&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1985&lt;/span&gt;), Konflik organisasi merupakan interaksi  antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling  tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya  satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut.  Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan  menyerang secara negatif (&lt;span style="color: red;"&gt;Robbins&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1993&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;7. Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan  individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan.  Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua  atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (&lt;span style="color: red;"&gt;Pace&lt;/span&gt; &amp;amp;  &lt;span style="color: red;"&gt;Faules&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1994&lt;/span&gt;:249).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;8. Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (&lt;span style="color: red;"&gt;Folger&lt;/span&gt; &amp;amp;&lt;span style="color: red;"&gt; Poole&lt;/span&gt;: &lt;span style="color: red;"&gt;1984&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;9. Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni  tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber–sumber yang dibagikan,  keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat  (&lt;span style="color: red;"&gt;Myers&lt;/span&gt;,&lt;span style="color: red;"&gt;1982&lt;/span&gt;:234-237; &lt;span style="color: red;"&gt;Kreps&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1986&lt;/span&gt;:185; &lt;span style="color: red;"&gt;Stewart&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1993&lt;/span&gt;:341).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;10. Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan  yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level  yang berbeda–beda (&lt;span style="color: red;"&gt;Devito&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1995&lt;/span&gt;:381).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Robbin&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1996&lt;/span&gt;: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut  sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik  dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain  kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan  konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Pandangan tradisional (The Traditional View). Pandangan ini  menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif,  merugikan, dan harus dihindari. Konflik disinonimkan dengan istilah  violence, destruction, dan irrationality. Konflik ini merupakan suatu  hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan,  keterbukaan di antara orang–orang, dan kegagalaan manajer untuk  tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View). Pandangan ini  menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar  terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai  sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau  organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar  anggota. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal yang  bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi. Dengan kata  lain, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan inovasi  atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Pandangan interaksionis (The Interactionist View). Pandangan ini  cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik.  Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan  serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak  inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu  dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap  anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis diri, dan  kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Stoner&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: red;"&gt;Freeman&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1989&lt;/span&gt;:392) membagi pandangan menjadi dua bagian,  yaitu pandangan tradisional (Old view) dan pandangan modern (Current  View):&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Pandangan tradisional. Pandangan tradisional menganggap bahwa  konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan  organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu,  untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan. Konflik  biasanya disebabkan oleh kesalahan manajer dalam merancang dan memimpin  organisasi. Dikarenakan kesalahan ini, manajer sebagai pihak manajemen  bertugas meminimalisasikan konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Pandangan modern. Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan  banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan,  persepsi, nilai–nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi  kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik,  manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga  tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Selain pandangan menurut Robbin dan Stoner dan Freeman, konflik  dipahami berdasarkan dua sudut pandang, yaitu: tradisional dan  kontemporer (&lt;span style="color: red;"&gt;Myers&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1993&lt;/span&gt;:234)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Dalam pandangan tradisional, konflik dianggap sebagai sesuatu yang  buruk yang harus dihindari. Pandangan ini sangat menghindari adanya  konflik karena dinilai sebagai faktor penyebab pecahnya suatu kelompok  atau organisasi. Bahkan seringkali konflik dikaitkan dengan kemarahan,  agresivitas, dan pertentangan baik secara fisik maupun dengan kata-kata  kasar. Apabila telah terjadi konflik, pasti akan menimbulkan sikap emosi  dari tiap orang di kelompok atau organisasi itu sehingga akan  menimbulkan konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, menurut pandangan  tradisional, konflik haruslah dihindari.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Pandangan kontemporer mengenai konflik didasarkan pada anggapan  bahwa konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan sebagai  konsekuensi logis interaksi manusia. Namun, yang menjadi persoalan  adalah bukan bagaimana meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya  secara tepat sehingga tidak merusak hubungan antarpribadi bahkan merusak  tujuan organisasi. Konflik dianggap sebagai suatu hal yang wajar di  dalam organisasi. Konflik bukan dijadikan suatu hal yang destruktif,  melainkan harus dijadikan suatu hal konstruktif untuk membangun  organisasi tersebut, misalnnya bagaimana cara peningkatan kinerja  organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah  teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori  konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah  teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Faktor-faktor konflik: &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Setiap manusia  adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan  perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan  perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi  faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial,  seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika  berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap  warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik,  tetapi ada pula yang merasa terhibur.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan  yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing  orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.  Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan  yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam  hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat  menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari  kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang.  Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya  diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi  pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus  dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara  satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik  sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat  pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial,  dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara  kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan  pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya.  Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha  menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan  memperbesar bidang serta volume usaha mereka.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika  perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut  dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat  pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan  memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat  tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah  menjadi nilai-nilai masyarakat industri.  Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti  menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis  pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural  yang disusun dalam organisasi formal perusahaan.  Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai  tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi  pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam  dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau  mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat,  bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan  karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah  ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Dahrendorf&lt;/span&gt;, konflik dibedakan menjadi 4 macam&amp;nbsp;:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4. konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;5. konflik antar atau tidak antar agama&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;6. konflik antar politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut&amp;nbsp;:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (&lt;i&gt;ingroup&lt;/i&gt;) yang mengalami konflik dengan kelompok lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4. kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;5. dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik  dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema  dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian  terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan  hipotesa sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan  menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;4. Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-2223211690921277708?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Konflik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/2223211690921277708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=2223211690921277708&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/2223211690921277708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/2223211690921277708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/konflik.html' title='Konflik'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPNfJHM8KhI/AAAAAAAAAGM/vylrLUerpqU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-8646213444467685652</id><published>2010-11-28T12:04:00.002+07:00</published><updated>2010-11-28T13:11:37.664+07:00</updated><title type='text'>Stres</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPHVIx5AMQI/AAAAAAAAAFc/F-BWlKeqEVw/s1600/stres.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPHVIx5AMQI/AAAAAAAAAFc/F-BWlKeqEVw/s1600/stres.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Stres&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;adalah pengalaman yang bersifat internal yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis dalam diri seseorang sebagai akibat dari faktor lingkungan eksternal, organisasi atau orang lain (&lt;span style="color: red;"&gt;Szilagyi&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1990&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dari pengertian di atas dapat dikemukakan bahwa ada tiga komponen utama dari stres yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Komponen Stimilus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Meliputi kekuatan-kekuatan yang menyebabkan adanya ketegangan atau stres. Bagi seorang pengusaha misalnya mengalami frustasi karena sulitnya memperoleh pinjaman dari lembaga perbankan secara cepat untuk menbiayai biaya operasional yang sangat mendesak. Seperti dikemukakan diatas bahwa stimulus stres dapat berasal dari lingkungan eksternal, organisasi dan individu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Komponen Respon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Meliputi reaksi fisik, psikis atau perilaku terhadap stres. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Paling tidak ada dua respon terhadap stres yang paling sering diidentifikasi yaitu frustasi dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Komponen Interaksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Komponen interaksi dari stres yaitu interaksi antara faktor stimulus dengan faktor respon dari stres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Dr. Hans Selye&lt;/span&gt; ada tiga tingkatan yang berbeda dari respon atau tanggapan seseorang terhadap stres yaitu alarm &lt;i&gt;(alarm), &lt;/i&gt;perlawanan &lt;i&gt;(resistance) &lt;/i&gt;dan peredaan &lt;i&gt;(exhaustion).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pertama, tahap peringatan dini atau alarm, pada tahap ini merupakan awal dari reaksi tubuh terhadap adanya suatu tekanan atau stres. Reaksi awal pada umumnya terjadi dalam bentuk suatu pesan biokimia yang ditandai dengan adanya gejala seperti otot menegang, tekanan darah meningkat, denyut jantung meningkat dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sejalan dengan terus berlangsungnya stres, maka selanjutnya terjadi tahap kedua yaitu tahap perlawanan. Tahap ini ditandai dengan adanya gejala ketegangan, kegelisahan, kelesuan dan lain sebagainya yang menandakan seseorang sedang melakukan perlawanan terjadinya kecelakaan, pengambilan keputusan yang kurang baik dan sakit-sakitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Akhirnya pada tahap peredaan ditandai dengan runtuhnya tingkat perlawanan. Pada tahap ini akan muncul berbagai macam penyakit seperti, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit gula darah dan lain sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Cara mengatasi stres dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan individu dan organisasi. bagi individu penting dilakukannya penanggulangan stres karena stres dapat mempengaruhi kehidupan, kesehatan, produktivitas dan penghasilan. Bagi organisasi bukan saja karena alasan kemanusiaan tetapi juga karena pengaruh terhadap prestasi semua aspek dari organisasi dan efektivittas organisasi secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Perbedaan penanggulangan stres antara pendekatan individu dengan pendekatan organisasi tidak dibedakan secara tegas, pengurangan stres dapat dilakukan pada tingkat individu, organisasi maupun kedua-duanya. Berikut dua pendekatan dalam menanggulangi stres:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Secara Individu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Meningkatkan keimanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan meditas dan pernapasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan kegiatan olahraga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan releksasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Dukungan sosial dari teman-teman dan keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Menghindari kebiasaan rutin yang menbosankan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Secara Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan perbaikan iklim organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan perbaikan terhadap lingkungan fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Menyediakan sarana olahraga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan analisis dan kejelasan tugas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengubah struktur dan proses organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melakukan restrukturisasi tugas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Menerapkan konsep Manajemen berdasarkan sasaran. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-8646213444467685652?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Stres'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/8646213444467685652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=8646213444467685652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8646213444467685652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8646213444467685652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/stres.html' title='Stres'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPHVIx5AMQI/AAAAAAAAAFc/F-BWlKeqEVw/s72-c/stres.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-232782662951046665</id><published>2010-11-27T11:06:00.002+07:00</published><updated>2010-11-29T12:36:56.162+07:00</updated><title type='text'>Keputusan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPB5CzfkjGI/AAAAAAAAAFY/P6BxiirI1wE/s1600/index.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPB5CzfkjGI/AAAAAAAAAFY/P6BxiirI1wE/s1600/index.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Keputusan&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;adalah suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar dengan cara manganalisa kemungkinan-kemungkinan dari alternatif tersebut bersaman konsekuensinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan adalah suatu ketetapan yang diambil oleh organ yang berwenang berdasarkan kewenangan yang ada padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori keputusan adalah berasal dari &lt;span style="color: red;"&gt;teori kemungkinan&lt;/span&gt; yang merupakan konsekuensi dari beberapa keputusan yang telah dievaluasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dua metode dari teori keputusan yang terkenal adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Keputusan Normatif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Normatif dicapai&amp;nbsp; berasarkan alasan yang rasional atau bisa disebut dengan alasan yang masuk akal (teori logika).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Keputusan Deskriptif&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;Deskriptif dicapai berdasarkan empirik atau merupakan hasil pengamatan, percobaan dan biasanya dikuatkan dengan statistik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan merupakan fudamental dalam organisasi, berikut ada beberapa &lt;span style="color: red;"&gt;elemen dasar&lt;/span&gt; dalam proses pengambilan keputusan, sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Penetapan tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Mengidentifikasi permasalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Mengembangkan berbagai alternatif solusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Evaluasi dan memilih sebuah alternatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Melaksanakan keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Evaluasi dan pengandalian dan Tindakan koreksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dalam menganalisis keputusan yang terjadi dalam organisasi, &lt;span style="color: red;"&gt;Herbert Simon&lt;/span&gt; membedakan dua jenis keputusan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Keputusan yang diprogram &lt;i&gt;(programed decisions)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan yang diprogaram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Permasalahan ini umumnya agak sederhana dan solusinya relatif mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Keputusan yang tidak diprogram &lt;i&gt;(nonprogramed decision)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstruktur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menagani suatu masalah, apakah karena permasalahannya sangat komplek dan penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keputusan yang tidak diprogram&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan tidak berstruktur dengan baik, apakah karena kondisi saat itu tidak jelas, metode untuk mencapai hasil yang diinginkan tidak diketahui atau adanya ketidaksamaan tentang hasil yang diinginkan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-232782662951046665?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Keputusan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/232782662951046665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=232782662951046665&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/232782662951046665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/232782662951046665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/keputusan.html' title='Keputusan'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPB5CzfkjGI/AAAAAAAAAFY/P6BxiirI1wE/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-1859509790828806782</id><published>2010-11-26T12:37:00.005+07:00</published><updated>2010-11-29T12:42:10.474+07:00</updated><title type='text'>Motivasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPBVBU7iLmI/AAAAAAAAAFU/AYGsdSaz9YA/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPBVBU7iLmI/AAAAAAAAAFU/AYGsdSaz9YA/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;(motivation) &lt;/i&gt;adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuan. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah dan ketekunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Cropley&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1985&lt;/span&gt;), motivasi dapat dijelaskan sebagai tujuan ingin dicapai melalui perilaku tertentu.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Wlodkowski&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1985&lt;/span&gt;), mejelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu dan yang memberi arah dan ketahanan &lt;i&gt;(persistence) &lt;/i&gt;pada tingkah laku tersebut.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Mitchell&lt;/span&gt;, motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela yang diarahkan ke tujuan tertentu.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Morgan&lt;/span&gt; mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Keadaan yang mendorong tingkah laku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Tujuan dari pada tingkah laku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Banyak orang yang mencoba menjelaskan bagaimana semua motivasi bekerja. Berikut adalah beberapa teori motivasi, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Insentif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pagi sampi sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan insentif gaji. Jika Anda tahu akan mendapat penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud dengan insentif bisa &lt;i&gt;tangible&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;intangible&lt;/i&gt;. Seringkali sebuah penngakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. &lt;span style="color: red;"&gt;Dorongan Biologis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Maaf, yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk didalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan beraksi. sebagia contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencium bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawahan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Hirarki Kebutuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan akan pengakuan, kebutuhan akan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. &lt;span style="color: red;"&gt;Takut kehilangan vs Kepuasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori ini mengatakan bahwa pada dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kepuasan (terpenuhnya kebutuhan). Takut kehilangan adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki, Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. &lt;span style="color: red;"&gt;Kejelasan Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebuat dengan Goal Setting (Penetapan Tujuan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dalam sebuah penelitian, ada 16 hasrat dasar yang mengatur hidup manusia menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Reiss&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;Steven&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;2000&lt;/span&gt;):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Kebutuhan untuk disetujui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan untuk berpikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan untuk makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan untuk berkeluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan untuk dihormati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan terwujudnya idealisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan kebebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan keteraturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;9. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan latihan fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;11. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan romantisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;12. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan menyimpan atau mengkoleksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;13. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan kebutuhan akan relasi yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;14. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan status&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;15. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan keamanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;16. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kebutuhan akan balas dendam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-1859509790828806782?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com' title='Motivasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/1859509790828806782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=1859509790828806782&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/1859509790828806782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/1859509790828806782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/motivasi-motivation-adalah-proses-yang.html' title='Motivasi'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TPBVBU7iLmI/AAAAAAAAAFU/AYGsdSaz9YA/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-7052049251722687336</id><published>2010-11-26T06:49:00.002+07:00</published><updated>2010-11-26T07:13:05.496+07:00</updated><title type='text'>Belajar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO7m1kh-RcI/AAAAAAAAAE8/YXjvUljno8s/s1600/baca+1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO7m1kh-RcI/AAAAAAAAAE8/YXjvUljno8s/s1600/baca+1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Belajar &lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;(learning)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;adalah proses perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena adanya suatu pengalaman atau latihan (&lt;span style="color: red;"&gt;Robbin&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1993&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengertian belajar dari sudut pandang psikologi lebih luas dari pengertian masyarakat awam pada umumnya yang mengganggap bahwa belajar merupakan aktivitas yang berkaitan dengan lembaga pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dari pengertian diatas ada tiga komponen dari belajar, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Belajar melibatkan adanya perubahan. Perubahan tersebut bisa baik bisa juga buruk bagi organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Perubahan yang terjadi relatif permanen. Perubahan perilaku yang bersifat sementara menunjukkan kegagalan dari proses belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Definisi diatas berkaitan dengan perubahan dalam perilaku. Perubahan yang terjadi dalam pikiran atau sikap seseorang, jika tidak diikuti oleh adanya perubahan perilaku, maka tidak dapat dikatakan sebagai belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada tiga teori belajar yang menjelaskan proses tentang perilaku. Ketiga teori tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Pengkondisian klasik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengkondisian klasik adalah suatu jenis pengkondisian di mana tanggapan atau respon seseorang terhadap stimulus tidak selalu menghasilkan suatu tanggapan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Study tentang pengkondisian klasik dilakukan oleh ahli fisiologi dari Rusia yang bernama Pavlov yang melakukan percobaan pada anjing. Study ini mencoba mengungkap tentang keterkaitan antara stimulus atau rangsangan dengan respon atau tanggapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dimana stimulus yang tidak dikondisikan &lt;i&gt;(unconditioning stimulus) &lt;/i&gt;menghasilakan respon yang tidak dikondisikan &lt;i&gt;(unconditioning response), &lt;/i&gt;dan melalui proses belajar stimulus yang dikondisikan &lt;i&gt;(conditioning stimulus) &lt;/i&gt;menghasilkan respon yang dikondisikan &lt;i&gt;(conditioning response).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Pengkondisian operan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menurut pendekatan pengkondisian operan bahwa perilaku merupakan fungsi dari akibat perilaku itu sendiri. Kecenderungan mengulangi suatu perilaku tertentu dipengaruhi oleh penguatan yang disebabkan oleh akibat perilaku tersebut.Oleh karenanya, penguatan akan memperkuat suatu perilaku dan meningkatkan kemungkinannya bahwa hal tersebut akan diulangi kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Misalnya perusahaan menetapkan adanya upah insentif sebesar 15% dari upah yang diterima setiap bulan kepada karyawan yang mencapai unit produksi tertentu.Akibatnya para karyawan tersebut akan mengulangi kembali prestasi yang telah mereka capai tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebaliknya seorang karyawan yang diperintahkan untuk bekerja lembur oleh atasannya dan upah lembur yang diberikan kepadanya lebih rendah dari yang biasanya diberikan, Akibatnya, ada kemungkinan karyawan tersebut akan menurunkan hasil kerja lemburnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Teori Sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori sosial tentang belajar adalah suatu proses belajar yang dilakukan melalui suatu pengamatan dan pengalaman yang dialami secara langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Proses yang dialami seseorang pada umumnya melalui pengamatan dilakukan terhadap orang tuanya sendiri, guru, teman, atasan dan orang-orang lain di sekelilingnya, tayangan televisi dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Teori sosial tentang belajar merupakan pengembangan dari pengkondisian operan yang menganggap bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari konsekuensi perilaku tersebut, termasuk juga observasi dan persepsinya dalam belajar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Seorang manajer dalam melakukan pelatihan terhadap para karyawannya agar berhasil perlu memperhatikan empat hal pokok berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;a. Proses perhatian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Model dan materi latihan harus menarik, adanya proses pengulangan dan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;b. Proses ingatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengaruh dari suatu model pelatihan tergantung kepada seberapa jauh seseorang mengingat dan memahami model pelatihan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;c. Proses reproduksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Setelah seseorang melihat suatu perilaku yang baru melalui pengamatan terhadap suatu model pelatihan. model tersebut harus mengubah cara kerjanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;d. Proses penguatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Orang akan termotivasi untuk melaksanakan suatu perilaku tertentu seperti perilaku yang diamati dalam suatu model pelatihan jika disertai dengan adanya imbalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Model pelatihan akan lebih diperhatikan, lebih serius mempelajarinya dan lebih seringn hasil pelatihan tersebut jika disertai dengan adanya penguatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-7052049251722687336?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Belajar'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/7052049251722687336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=7052049251722687336&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/7052049251722687336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/7052049251722687336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/belajar-learning-adalah-proses.html' title='Belajar'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO7m1kh-RcI/AAAAAAAAAE8/YXjvUljno8s/s72-c/baca+1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-1769161311385895468</id><published>2010-11-25T19:46:00.001+07:00</published><updated>2010-11-25T19:51:56.971+07:00</updated><title type='text'>Persepsi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO5PSPiqpXI/AAAAAAAAAE4/s-3vVrikb5c/s1600/index.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO5PSPiqpXI/AAAAAAAAAE4/s-3vVrikb5c/s1600/index.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Persepsi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;adalah suatu proses memperhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan dan menapsirkan stimulus lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Proses memperhatikan dan menyeksi terjadi karena setiap saat panca indera kita (indera pendengaran, perasa, penglihatan, penciuman dan indera peraba) dihadapkan kepada begitu banyak stimulasi lingkungan. Akan tetapi tidak semua stimulasi tersebut kita perhatikan, karena kalau semuanya dipersepsikan akan menyebabkan kita bingung dan kewalahan.Oleh karenanya, ada proses pemilihan &lt;i&gt;(perseptual selection) &lt;/i&gt;untuk mencegah kebingungan tersebut dan menjadikan lingkungan kita lebih berarti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi proses perhatian terhadap stimulasi lingkungan. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. &lt;i&gt;Ukuran. &lt;/i&gt;Semakin besar ukuran suatu obyek fisik, semakin besar kemungkinan obyek tersebut dipersepsikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. &lt;i&gt;Intensitas. &lt;/i&gt;Semakin besar intensitas suatu stimulus, semakin besar kemungkinannya diperhatikan. Suara yang keras misalnya akan lebih diperhatikan daripada suara yang lembut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. &lt;i&gt;Frekuensi. &lt;/i&gt;Semakin sering frekuensi suatu stimulus disampaikan, semakin besar kemungkinannya stimulus tersebut diperhatikan. Prinsip pengulangan ini dipergunakan dalam periklanan untuk menarik perhatian konsumen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. &lt;i&gt;Kontras. &lt;/i&gt;Stimulus yang kontras atau mencolok dengan lingkungan sekelilingnya kemungkinan dipilih untuk diperhatikan akan semakin besar daripada stimulus yang sama dengan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. &lt;i&gt;Gerakan. &lt;/i&gt;Stimulus yang bergerak lebih diperhatiakan daripada stimulus yang tetap atau tidak bergerak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. &lt;i&gt;Perubahan. &lt;/i&gt;Suatu stimulus akan lebih diperhatiakan jika stimulus atau obyek tersebut dalam bentuk yang berubah-ubah. Lampu yang nyalanya klap-klip akan lebih diperhatikan daripada lampu biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. &lt;i&gt;Baru. &lt;/i&gt;Suatu stimulus yang baru dan unik akan lebih cepat mendapat perhatian daripada stimulus yang sudah biasa dilihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pengorganisasian dan interprestasi seseorang terhadap stimulus lingkungan dipengaruhi oleh pengalaman masa lampaunya. Masing-masing orang memiliki latar belakang pengalaman masa lampau yang berbeda-beda yang mempengaruhi dalam mempersepsikan stimulus lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ada sejumlah kesalahan persepsi yang sering terjadi dalam mempersepsikan orang lain. Kesalahan-kesalahan tersebut antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. &lt;span style="color: red;"&gt;Stereotyping&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Stereotyping adalah mengkatagorikan atau menilai seseorang hanya atas dasar satu atau beberapa sifat dari kelompoknya. Stereotip seringkali didasarkan atas jenis kelamin, keturunan, umur, agama, kebangsaan dan kedudukan atau jabatan. Misalnya seorang manajer mempunyai persepsi bahwa ibu-ibu terutama yang mempunyai bayi dirumah tidak memyukai bekerja lembur dan menganggap bahwa bekerja lembur merupakan beban. Secara umum persepsi tersebut mungkin benar, tetapi tidak berarti benar untuk ibu-ibu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2.&lt;span style="color: red;"&gt; Halo effect&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Halo effect adalah kecenderungan menilai seseorang hanya atas dasar salah satu sifatnya saja. Misalnya seseorang yang mudah senyum dan penampialan rapi dianggap lebih jujur dari orang yang berpenampilan serem. Padahal tidak ada hubungan antara murah senyum dengan kejujuran. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Halo effect sering terjadi pada saat melakukan penilaian dengan wawancara. Pewawancara seringkali menilai hanya dari salah satu sifat seseorang yang nampak menonjol pada saat wawancara itu dilakukan, padahal salah satu sifat tersebut tidak mencerminkan sifat yang sebenarnya dari orang yang diwawancarai tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. &lt;span style="color: red;"&gt;Projecton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; Projecton merupakan kecenderungan seseorang untuk menilai orang lain atas dasar perasaan dan sifatnya. Oleh karenanya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; projecton&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; berfungsi sebagai suatu mekanisme pertahanan dari konsep diri seseorang sehingga lebih mampu menghadapi yang dilihatnya tidak wajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-1769161311385895468?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com' title='Persepsi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/1769161311385895468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=1769161311385895468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/1769161311385895468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/1769161311385895468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/persepsi.html' title='Persepsi'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO5PSPiqpXI/AAAAAAAAAE4/s-3vVrikb5c/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-3281556581463459610</id><published>2010-11-25T13:28:00.003+07:00</published><updated>2010-11-25T15:29:31.309+07:00</updated><title type='text'>Komunikasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO3t-bJ_AOI/AAAAAAAAAE0/NTkeJFdx-C4/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO3t-bJ_AOI/AAAAAAAAAE0/NTkeJFdx-C4/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Komunikasi &lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau &lt;span style="color: red;"&gt;verbal&lt;/span&gt; yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa &lt;span style="color: red;"&gt;nonverbal&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Komunikasi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;atau &lt;i&gt;communication &lt;/i&gt;berasal dari bahasa Latin &lt;i&gt;communis &lt;/i&gt;yang berarti sama. &lt;i&gt;Communico, communication &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;communicare &lt;/i&gt;yang berarti membuat sama &lt;i&gt;(make to common). &lt;/i&gt;Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya &lt;i&gt;(communication depends on our ability tu understand one another).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan dan penyiaran. komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan atau tak bertujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipaham oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Laswell&lt;/span&gt; komponen-komponen komunikasi adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Pengirim atau komunikator &lt;i&gt;(sender) &lt;/i&gt;adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Pesan &lt;i&gt;(message) &lt;/i&gt;adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Saluran &lt;i&gt;(channel) &lt;/i&gt;adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan, dalam komunikasi antar-pribadi&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;(tatap muka)&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Penerima atau komunikate &lt;i&gt;(receviver) &lt;/i&gt;adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Umpan balik &lt;i&gt;(feedback) &lt;/i&gt;adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaiman komunikasi itu akan dijalankan (Protokol).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Komunikator &lt;i&gt;(sender) &lt;/i&gt;yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Pesan &lt;i&gt;(message) &lt;/i&gt;itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail atau media lainnya. Media &lt;i&gt;(channel) &lt;/i&gt;alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Komunikan &lt;i&gt;(receiver) &lt;/i&gt;menerima pesan yang disampaikan dan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Komunikan &lt;i&gt;(receiver) &lt;/i&gt;memberikan umpan balik &lt;i&gt;(feedback) &lt;/i&gt;atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apabila dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Adapun bentu-bentuk komunikasi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Komunikasi Personal &lt;i&gt;(Personal Communication)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt; Komunikasi Intrapersonal &lt;i&gt;(Intrapersonal Communication) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Komunikasi Antarpersonal &lt;i&gt;(Interpersonal Communication)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Komunikasi Kelompok&lt;i&gt; (Group Communication)&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- Komunikasi Kelompok Kecil &lt;i&gt;(small group communication), &lt;/i&gt;exp: ceramah &lt;i&gt;(lecture), &lt;/i&gt;diskusi panel &lt;i&gt;(panel discussion), &lt;/i&gt;simpasium &lt;i&gt;(symposium), &lt;/i&gt;Forum, seminar, curah saran, komunikasi antara manager dengan sekelompok karyawan dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Komunikasi Kelompok Besar &lt;i&gt;(large group communication), &lt;/i&gt;exp:&lt;i&gt; Public speaking, Rhetorika, edd.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Komunikasi Massa &lt;i&gt;(Mass Communication)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Pers cetak (koran, majalah, tabloid)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Pers elektonik (radio, tv, film)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;-Pers digital (Internet&lt;i&gt; "news portal"&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Komunikasi Media &lt;i&gt;(Media Communication)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Surat, telepon, e-mail, pamflet, poster, brosur, spanduk, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Hewitt&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1981&lt;/span&gt;), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Mempengaruhi perilaku seseorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Mengungkapkan perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Berhubungan dengan orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Menyelesaikan sebuah masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Mencapai sebuah tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaikan konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-3281556581463459610?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Komunikasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/3281556581463459610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=3281556581463459610&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3281556581463459610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/3281556581463459610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/komunikasi.html' title='Komunikasi'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO3t-bJ_AOI/AAAAAAAAAE0/NTkeJFdx-C4/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-5815723409953975634</id><published>2010-11-25T08:15:00.008+07:00</published><updated>2010-11-25T11:57:45.364+07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO24nIHXyhI/AAAAAAAAAEw/Y4YYF8ydNLo/s1600/index.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO24nIHXyhI/AAAAAAAAAEw/Y4YYF8ydNLo/s1600/index.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Berasal dari kata “&lt;span style="color: red;"&gt;Pimpin&lt;/span&gt;” yang kita kenal ada kata pemimpin dan kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam Ensikloedia umum (549), kata &lt;span style="color: red;"&gt;kepemimpinan&lt;/span&gt; diartikan sebagai hubungan yang erat&amp;nbsp; antara seorang dengan beberapa orang (kelompok) manusia karena adanya kepentingan bersama.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Hubungan itu ditandai oleh tingkah laku yang tertuju dan terbimbing dari seorang itu disebut “&lt;span style="color: red;"&gt;pemimpin&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebelum jadi pemimpin kita harus mampu bagaimana memimpin diri kita sendiri, apakah mampu bertanggung jawab, jujur, mampu menyelesaikan sesuatu dengan baik, belajar membagi waktu antara keluarga dengan pekerjaan, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Definisi “Kepemimpinan” menurut pendapat ahli:&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Kepemimpinan menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Bennis&lt;/span&gt; “The process by which and agent induces a subordinate to be have in a desired manner”.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Ordway Tead&lt;/span&gt;, Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;span style="color: red;"&gt;George R. Terry&lt;/span&gt; berpendapat bahwa Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4. &lt;span style="color: red;"&gt;Howard&lt;/span&gt; mengemukakan bahwa Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dari beberapa definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa inti dari kepemimpinan, adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi orang lain (bawahan);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Aktivitas memimpin dan dipimpin merupakan 2 kegiatan yang berbeda, dengan demikian hal tersebut perlu dianalisis bersama-sama agar supaya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Pemimpin dapat menjadi pemimpin/penuntun yang baik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Para penganut bisa menjadi pihak terpimpin yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="color: blue; line-height: normal; margin-left: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada beberapa jenis kepemimpinan, a.l:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Kepemimpinan formal dan nonformal;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Kepemimpinan di bidang keagamaan, pendidikan, politik, ketentaraan, bisnis, teknik, pemeintahan, dll;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Kepemimpinan di bidang swasta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3 (Tiga) pola dasar kepemimpinan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Berorientasi pada tugas (&lt;i&gt;task orientation&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Berorientasi hubungan kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Berorientasi hasil yang efektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Asas-asas kepemimpinan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Kemanusiaan; pembimbingan, pengembangan potensi menghargai sesama manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Efisien; adanya nilai-nilai ekonomi karena terbatasnya sumber-sumber.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Kesejahteraan dan kebahagiaan yang merata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Etika profesi kepemimpinan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Mempunyai pengetahuan luas, terampil, mahir teknis, pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Kompeten melakukan kewajiban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;3. Bersikap susila dan dewasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;4. Dapat mengontrol diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;Teori kepemimpinan dapat dibedakan menjadi empat yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;1. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Sifat&lt;/span&gt; (1940an-1950an): Ada sejumlah sifat karakteristik tertentu yang berkaitan dengan keberhasilan dan kegagalan dari pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;2. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Perilaku&lt;/span&gt; (1950an-1960an): Aspek terpenting dari kepemimpinan bukan pada sifat atau karakteristik&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: blue; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;dari pemimpin, tetapi apa yang dilakukan pemimpin dalam berbagai situasi. Keberhasilan dari pemimpin tergantung pada gaya kepemimpinan yang diterapkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Situasional&lt;/span&gt; (1960an-1980an): Efektivitas dari pemimpin tidak hanya ditentukan oleh gaya kepemimpinan tetapi juga ditentukan oleh situasi yang ada dalam kepemimpinan tersebut. Faktor situasi meliputi karakteristik dari pimpinan dan bawahan, sifat dari tugas, struktur kelompok dan jenis dari penguatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;4. &lt;span style="color: red;"&gt;Teori Atribusi&lt;/span&gt;: Menurut model keatribusian, bahwa pemimpin pada dasarnya adalah pengolah informasi. Dengan demikian pemimpin akan mencari berbagai informasi tentang mengapa sesuatu itu terjadi dan mencoba mencari penyebab yang akan dipergunakan sebagai pedoman perilaku pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe kepemimpinan menurut &lt;span style="color: red;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;iagian&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1997&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe Otokratis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;, seorang pimpinan yang otokratis ialah pimpinan yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut : Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata; Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat; Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya; Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe Militeristis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;, perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan; Dalam menggerakan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya; Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan; Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya; Sukar menerima kritikan dari bawahannya; Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe Paternalistis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;,&amp;nbsp; seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa; Bersikap terlalu melindungi (&lt;i&gt;overly protective)&lt;/i&gt;; Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan; Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif; Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya; dan Sering bersikap maha tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe Karismatik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;,&amp;nbsp; hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa&amp;nbsp; seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mangapa mereka manjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (&lt;i&gt;supra natural power)&lt;/i&gt;. Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F. Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang “ganteng”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tipe Demokratis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;, pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi moderen. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia; Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari bawahannya;&amp;nbsp; Senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritikan dari bawahannya; Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan &lt;i&gt;teamwork &lt;/i&gt;dalam usaha mencapai tujuan; Ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-5815723409953975634?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Kepemimpinan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/5815723409953975634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=5815723409953975634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/5815723409953975634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/5815723409953975634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/kepemimpinan_25.html' title='Kepemimpinan'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TO24nIHXyhI/AAAAAAAAAEw/Y4YYF8ydNLo/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-6137287859107759982</id><published>2010-11-24T13:29:00.006+07:00</published><updated>2010-11-24T17:27:54.448+07:00</updated><title type='text'>Manajemen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOzi0npIVyI/AAAAAAAAAEs/8I5k7zpj8EY/s1600/manajemen+1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOzi0npIVyI/AAAAAAAAAEs/8I5k7zpj8EY/s1600/manajemen+1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Kata &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Manajemen&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;berasal dari bahasa Perancis kuno &lt;i&gt;menagement, &lt;/i&gt;yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. &lt;span style="color: red;"&gt;Mary Parker Follet&lt;/span&gt;, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manejer bertugas dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ricky W. Griffin &lt;span style="color: blue;"&gt;mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (&lt;i&gt;goals) &lt;/i&gt;secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Dr. SP. Siagian &lt;span style="color: blue;"&gt;dalam buku "Filsafat Administrasi", manajemen dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Prof. Dr. H. Arifin Abdul Rachman &lt;span style="color: blue;"&gt;dalam buku "Kerangka Pokok-Pokok Manajemen", dapat diartikan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Institut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Ordway Tead &lt;span style="color: blue;"&gt;yang disadur oleh Drs. He. Rosyidi dalam buku "Organisasi dan Manajemen", didefinisikan manajemen merupakan proses dan palaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;James A.F. Stonner &lt;span style="color: blue;"&gt;mendefinisikan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jadi dapat disimpulkan manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan kearah suatu tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Berikut ini adalah fugsi-fungsi manajemen menurut para ahli:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;George R. Terry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Perencanaan (&lt;i&gt;Planning),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Pengorganisasian &lt;i&gt;(Organizing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Penggerakan &lt;i&gt;(Actuating),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- Pengawasan &lt;/i&gt;(Controlling).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;2. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Luther M. Gulick &lt;/span&gt;yang diur oleh Dr. BN. Silalai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Perencanaan &lt;i&gt;(Planning),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengorganisir &lt;i&gt;(Orgaizing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Melengkapkan Tenaga Kerja&lt;i&gt; (Staffing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Mengarahkan&lt;i&gt; (Directing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Menyelaras/Mengkoordinir &lt;i&gt;(Coordinating),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melaporkan &lt;i&gt;(Reporting),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Menyusun Anggaran &lt;i&gt;(Budgeting).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Henry Fayol&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Perencanaan &lt;i&gt;(Planning),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengorganisir &lt;i&gt;(Orgaizing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Memerintah &lt;i&gt;(Commanding),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;i&gt;- &lt;/i&gt;Mengkoordinir &lt;i&gt;(Coordinating),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengawasi &lt;i&gt;(Controlling).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Menurut &lt;span style="color: red;"&gt;Koontz&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: red;"&gt;O. Donnel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Perencanaan &lt;i&gt;(Planning),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengorganisir &lt;i&gt;(Organizing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Melengkapkan Tenaga Kerja &lt;i&gt;(Staffing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengarahkan &lt;i&gt;(Directing),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;- Mengawasi &lt;i&gt;(Controlling).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sarana manajemen sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. &lt;i&gt;Man &lt;/i&gt;merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling penting menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Money&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan" style="color: blue;" title="Perusahaan"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;. Oleh karena itu uang merupakan alat (&lt;i&gt;tools&lt;/i&gt;) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. &lt;/span&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Material&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; terdiri dari bahan setengah jadi (&lt;i&gt;raw material&lt;/i&gt;) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. &lt;/span&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Machine&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin" style="color: blue;" title="Mesin"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mesin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. &lt;/span&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;6. &lt;/span&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Market&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar" style="color: blue;" title="Pasar"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;pasar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; dalam arti menyebarkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk" style="color: blue;" title="Produk"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;hasil produksi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-6137287859107759982?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Manajemen'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/6137287859107759982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=6137287859107759982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/6137287859107759982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/6137287859107759982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/kata-manajemen-berasal-dari-bahasa.html' title='Manajemen'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOzi0npIVyI/AAAAAAAAAEs/8I5k7zpj8EY/s72-c/manajemen+1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-8776517807958218982</id><published>2010-11-23T05:45:00.004+07:00</published><updated>2010-11-26T07:11:47.345+07:00</updated><title type='text'>Organisasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOrnSHa7mkI/AAAAAAAAAEg/-eSxgxhetT0/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOrnSHa7mkI/AAAAAAAAAEg/-eSxgxhetT0/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakana secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Stoner&lt;/span&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;mengat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;akan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan yang melalui orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;James D. Mooney &lt;span style="color: blue;"&gt;mengemukakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Chester I. Bernard &lt;/span&gt;berpendapat bahwa organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;Stephen P. Robbins &lt;span style="color: blue;"&gt;menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (&lt;/span&gt;&lt;i style="color: blue;"&gt;entity) &lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat didefinisikan, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa organisasi memiliki 4 (empat) unsur, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Sistem,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Pola aktivitas,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Sekelompok orang/kesatuan/perserikatan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Tujuan. &lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti, pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Orang-orang yang ada di dalam suatu mempunyai suatu keterikatan yang terus menerus. Rasa keterikatan ini , bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akn tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-8776517807958218982?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Organisasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/8776517807958218982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=8776517807958218982&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8776517807958218982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/8776517807958218982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/organisasi.html' title='Organisasi'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOrnSHa7mkI/AAAAAAAAAEg/-eSxgxhetT0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641560148533968571.post-4859119290834014556</id><published>2010-11-22T11:53:00.013+07:00</published><updated>2010-11-23T04:52:41.805+07:00</updated><title type='text'>Administrasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOnnNTkH9DI/AAAAAAAAAEc/qKO84FayUfo/s1600/administarsi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOnnNTkH9DI/AAAAAAAAAEc/qKO84FayUfo/s1600/administarsi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Administrasi&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;berasal dari bahasa Latin, &lt;i&gt;Ad&lt;/i&gt; = intensif dan &lt;i&gt;minis&lt;/i&gt;trare =&lt;i&gt; &lt;/i&gt;melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Pengertian Administrasi dalam bahasa Indonesia ada 2 (dua):&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Administrasi berasal dari&lt;span style="color: red;"&gt; bahasa Belanda&lt;/span&gt;, "&lt;i&gt;Administratie" &lt;/i&gt;yang merupakan pengertian Administrasi dalam arti sempit, yaitu sebagai kegiatan tata usaha kantor (catat-mencatat, mengetik, menggandakan dan sebagainya. Kegiatan ini dalam bahasa Inggris disebut: Clerical works (&lt;span style="color: red;"&gt;FX. Soedjadi&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1989&lt;/span&gt;) .&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Administrasi dalam arti luas, berasal dari &lt;span style="color: red;"&gt;bahasa Inggris&lt;/span&gt; "&lt;i&gt;Administration", &lt;/i&gt;yaitu proses kerjasama antara dua orang atau lebih berdasarkan rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan (&lt;span style="color: red;"&gt;S.P. Siagian&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1973&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Administrasi didefinisikan sebagai bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha kelompok individu guna mencapai tujuan bersama (&lt;span style="color: red;"&gt;Newman&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1963)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Administrasi adalah proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok, pemerintah atau swasta, sipil atau militer, besar atau kecil (&lt;span style="color: red;"&gt;White&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1958&lt;/span&gt;).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerjasama guna menyelesaikan tugas bersama (&lt;span style="color: red;"&gt;Simon&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;1958&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Handayaningrat&lt;/span&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;1996&lt;/span&gt;:3) mengemukakan bahwa administrasi mengandung ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas 2 atau lebih,&lt;br /&gt;2. Adanya kerjasama dari kelompok tersebut,&lt;br /&gt;3. Adanya kegiatan/proses/usaha,&lt;br /&gt;4. Adanya bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan,&lt;br /&gt;5. Adanya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut diatas, Administrasi ialah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi, baik dalam pengertian luas maupun sempit di dalam penyelenggaraannya diwujudkan melalui fungsi-fungsi manajemen, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasiaan, pelaksanaan dan pengawasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Jadi Administrasi adalah penyelenggaraannya dan manajemen adalah orang-orang yang menyelenggarakan kerja. Maka kombinasi dari keduanya adalah penyelenggaraan kerja yang dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama (kerjasama) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;Pengertian Administrasi dapat ditinjau dari 3 (Tiga) sudut yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;1. Administrasi dalam arti Institutional, yang mana administrasi dimaksudkan sebagai keseluruhan orang/kelompok orang-orang yang sebagai suatu kesatuan menjalankan proses kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;2. Administrasi dalam arti Fungsionil, yang dimaksudkan segala kegiatan dan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan (termasuk juga didalamnya tindakan untuk menemukan tujuan itu sendiri, atau dengan kata lain bersifat mlihat kedepan, artinya melihat pencapaian tujuan pada masa yang akan datang).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;3. Administrasi sebagai Proses, sebagai proses administrasi berarti keseluruhan proses yang berupa kegiatan-kegiatan, pemikiran-pemikiran, pengaturan-pengaturan sejak dari penentuan tujuan sampai penyelenggaraan sehingga tercapainya suatu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat &lt;span style="color: red;"&gt;7 fungsi Administrasi&lt;/span&gt; yang terkenal dengan akronim POSDCORB menurut Gulick, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1. Planning (Perencanaan), yaitu mengembangkan adanya garis-garis besar kegiatan yang dilakukan dan mengembangkan metode-metode pelaksanaannya untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;2. Organizing (Pengorganisasian), yaitu mengembangkan struktur formal dari wewenang berdasarkan pengelompokan-pengelompokan kerja (misalnya departemen, biro, dinas, dll) yang perlu dikoordinasikan.&lt;br /&gt;3. Staffing yang meliputi keseluruhan fungsi kepegawaian : merekrut dan melatih staff serta memelihara kondisi-kondisi kerja yang menyenangkan.&lt;br /&gt;4. Directing (Pengarahan) yang meliputi tugas memimpin organisasi &lt;br /&gt;dengan membuat keputusan-keputusan dan mengimplementasikan-nya melalui kebijakan-kebijakan prosedur.&lt;br /&gt;5. Coordinating (Pengkoordinasian) yang meliputi tugas-tugas meng-integrasikan dan menyelaraskan berbagai macam unit (bagian) yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;6. Reporting (Pelaporan) yang merupakan proses dan teknik untuk memberikan informasi tentang pekerjaan yang telah dan sedang dilaksanakan (misalnya koleksi data dan manajemen informasi).&lt;br /&gt;7. Budgeting (penganggaran) yang meliputi tugas-tugas perencanaan fiscal, accounting, dan pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana &lt;span style="color: red;"&gt;unsur-unsur Administrasi&lt;/span&gt; sbb:&lt;br /&gt;1. Inti Administrasi (administration) adalah Organisasi (organization).&lt;br /&gt;2. Inti Organisasi (organization) adalah Manajemen (management).&lt;br /&gt;3. Inti Manajemen (management) adalah Kepemimpinan (leadership).&lt;br /&gt;4. Inti Kepemimpinan (leadership) adalah Hubungan Kemanusiaan (human relation).&lt;br /&gt;5. Inti Hubungan Kemanusiaan (human relation) adalah Komunikasi (comunikcation).&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641560148533968571-4859119290834014556?l=sosialisme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sosialisme.blogspot.com/' title='Administrasi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sosialisme.blogspot.com/feeds/4859119290834014556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641560148533968571&amp;postID=4859119290834014556&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/4859119290834014556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641560148533968571/posts/default/4859119290834014556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sosialisme.blogspot.com/2010/11/apa-itu-administrasi.html' title='Administrasi'/><author><name>Dororo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bLX-jZj9N8c/TOnnNTkH9DI/AAAAAAAAAEc/qKO84FayUfo/s72-c/administarsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
